Radio Kampus Bisa Jadi Alternatif Hiburan

                   

CILACAP-Studio radio bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa bisa merasakan dunia pekerjaan di bidang broadcast. Namun, ketika fasilitas radio tak lengkap, membuat minat mahasiswa berkurang. Hal itu seperti diungkapkan alumni Universitas Nahdatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Karina Manasikana.

 “Radio Al Ghazali dulu tidak aktif dan belum pernah beroperasi cuman baru bikin struktural dan jobdisknya. Sudah dibentuk job-job dan juga sudah dibagi menurut petunjuk teknis masing- masing, tetapi tidak sempat mengudara,” ujarnya saat diwawancarai secara online, Jumat (3/7/2020).

Dia mengatakan, selain pemenuhan fasilitas oleh universitas, mahasiswa juga terlihat kurang greget. Dia berharap adik-adiknya bisa lebih greget dan melakukan action agar radio bisa aktif di kampus UNUGHA.

Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIIG, Revina mengatakan pentingnya radio kampus. Baginya, penyiaran radio kampus menjadi media alternatif sebagai penyedia hiburan bagi mahasiswa. Selain itu. Radio kampus bisa menjadi corong bagi mahasiswa. “Radio kampus dapat menciptakan sebuah media yang mencitrakan gaya hidup mahasiswanya,” kata Revina saat diwawancara baru-baru ini.

Hanya saja memang sinergi antara kampus dan mahasiswa harus ada. Sayangnya, tak semua mahasiswa memiliki gairah yang sama soal radio. Hal itu seperti diungkapkan Marsha, mahasiswa Fakultas Dakwah IAIIG.

Dia mengatakan, di masa sekarang ini, anak muda mahasiswa lebih menyukai platform baru seperti YouTube. Maka, katanya, teman-teman mahasiswa harus memutar otak untuk mengadakan radio kampus di era saat ini. (*)

Laporan: Fajriyah Malihatun Nafisah, Laisa Ifki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *