Pandemi Bikin Jalan Raya Sepi, Warung pun Ikut Sepi

 

 

CILACAP-Pandemi Covid-19 membuat pelaku ekonomi bisa didera masalah baru. Salah satunya seperti dirasakan Yazid Mustofa (19) warga Cilacap.

 

Yazid yang seorang santri ini tiap harinya menjaga warung milik kiainya. Dia mengatakan, warung yang dia jaga mengalami penurunan pendapatan laba. “Ya pas pandemi ini warung mengalami penurunan laba,” katanya, Senin (3/8/2020).

 

Hanya saja Yazid enggan merinci berapa penurunan laba tersebut. Dia hanya menjelaskan bahwa penurunan laba karena sepinya pembeli. “Jadi warung ini kan berada di pinggir jalan, pas kemarin pandemi itu kan jalanan sepi soalnya orang-orang ga boleh keluyuran keluar rumah,” katanya.

 

Setelah adanya penurunan laba Yazid mengaku sedang menyusun strategi pemasaran yang baru. Dia akan memanfaatkan santri yang sudah kembali ke pondok pesantrennya. “Kalau untuk ke depannya si strategi pemasarannya saya ubah. Karena ini kan juga warung punyanya pak kiai lalu santri-santri juga sudah pada dateng ke pondok lagi, ya udah jadinya santri-santri saya jadiin target pemasaran untuk ke depannya,” katanya.

 

Sementara, Samun Bastio (40), selaku pelaku UMKM di Jakarta memberikan ceritanya. Dia mengatakan bahwa di masa pandemi, usahanya yang berjualan sembako masih kokoh berdiri. Hal itu terjadi karena daya beli masyarakat masih stabil.

 

Hanya saja, dia mengaku khawatir ketika terjadi kontak antara dirinya dengan pembeli. Maka, dia pun meminta para pembeli menggunakan protokol kesehatan misalnya menggunakan masker. Selain itu, pihaknya juga menyediakan hand sanitizer. “Ya untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan,” katanya ketika dihubungi melalui saluran telepon, Senin (3/8/2020).

 

Namun, Samun mengungkapkan bahwa kondisi pandemi memang mempengaruhi ekonomi masyarakat. Dia mencontohkan ketika pemutusan hubungan kerja (PKH) terjadi di banyak tempat, berpengaruh pada warungnya. Mereka yang biasanya mampu membeli, akhirnya berutang karena baru saja di-PHK. “Kami mengerti keadaan mereka (yang kehilangan pekerjaan),” katanya.  (*)

Laporan: Rizki Damaris, Mukhlis Ahmad Sawami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *