Duh, Anak Disuruh Sekolah Online Malah Main Game

CILACAP-Pandemi membuat sekolah tak dilakukan dengan tatap muka. Sekolah kini dilakukan secara online. Namun, sekolah online oleh sebagian pihak dinilai tak maksimal. Salah satunya karena anak tak memanfaatkan telepon genggam untuk sekolah online, tapi untuk bermain game.

Hal itu diungkapkan beberapa orangtua murid yang diwawancarai pekan lalu. “Anak saya disuruh mempelajari materi yang telah guru sampaikan lewat grup whatsapp. Tapi tugas itu tidak dibuka. Anak saya lebih memilih membuka aplikasi game,” kata Khomi, ibu rumah tangga yang warga Kejobong Purbalingga ketika diwawancarai via whatsapp, Jumat (31/7/2020).

Khomi mengatakan, bahwa anak laki-lakinya kini adalah siswa pada SMP swasta di Kejobong Purbalingga. Dia menambahkan, karena sering di rumah dan membawa telepon genggam, kuota telepon genggam sang anak cepat habis.

Mustaqimah, warga Cilacap juga mengungkapkan hal serupa. Dia menilai bahwa pembelajaran jarak jauh tidak efektif. “Masa belajar bisa sembari main game. Ini kalau diteruskan bisa tambah bodoh. Selain itu, dari yang saya lihat tugas anak hampir 90 persen dibantu orangtua,” ujarnya yang punya anak duduk di salah satu SMP swasta ini.

Muntaqil A’la, orangtua murid di Kecamatan Kesugihan, Cilacap juga memiliki pengalaman yang sama. Dia mengatakan, ketika anaknya membuat tugas, justru lebih suka bermain game. “Repotnya lagi, karena masih anak-anak (kelas 2 SD), waktunya sering habis untuk main-main atau bersepeda di luar rumah,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah memiliki cara yang ampuh untuk mengurangi kendala sekolah online. Sebab, jika kondisi sekolah online dengan banyak kendala seperti saat ini, proses belajar mengajar makin tak maksimal. (*)

Laporan: Silfiana Pramitaningsih, Ulfi Fitrokhatul Umami, Miftalkhul Wafa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *