RESIGN GO ONLINE Berani Resign, Berani Sukses !

pembicara (Indra Permana) tengah memberikan materi kepada peserta
pembicara (Indra Permana) tengah memberikan materi kepada peserta

Nggak online nggak keren, itulah istilah yang digunakan oleh panitia penyeleggara kegiatan creative seminar Resign Go Online yang diadakan pada hari Minggu (13/12/2015) kemarin. Seminar ini merupakan lanjutan dai seminar yang pernah diadakan sebelumnya yaitu Internet Untuk Produktivitas. Dimana pada seminar kali ini clik organaizer selaku peyelenggara mendatangkan 2 narasumber yang memang sangat berkompeten dalam bidang bisnis online, pertama yaitu Indra Permana, seorang penulis yang karyanya sudah terjual hingga 5 benua, pebisnis online dan juga konsultas pebisnis online, sedangkan narasumber yang kedua adalah Pamung Amiadi yang merupakan seorang penulis, pebisnis dan juga trainer.

Resign disini bukan dimaknai sebagai sebuah tindakan untuk sekedar berpindah tempat, melainkan lebih kepada berpindah kepada hal yang lebih baik, sebagaimana yang kemukakan oleh indra permana bahwa resign adalah proses hijrah menuju tingkatan yang lebih baik, dalam artian bahwa kita harus bisa naik dari satu tingkat menuju tingkat berikutnya.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memulai bisnis online. Dewasa ini bisnis online menjadi trend dalam masyarakat modern karena dirasa cukup menguntungkan. Dengan kehidupan yang serba instan, masyarakat cenderung mencari hal yang cepat dan praktis. Adanya bisnis online, seperti jual-beli online, akan mempermudah konsumen membeli barang yang ia inginkan tanpa perlu bersusah payah mengantri atau jauh-jauh pergi ke toko offline.
Memang bukan hal yang mudah untuk memulai sebuah bisnis online. Namun apabila kita mau bersungguh-sungguh maka bukanlah hal yang mustahil jika kita bisa mendulang sukses dengan bisnis online kita. Dalam seminarnya Indra Permana menyampaikan 4 kunci sukses dalam berbisnis online yang ia rangkum dalam 4 M. Yaitu menjadi magnet, menjadi laris, menjadi makin laris dan yang terakhir menjadi bintang.

Acara berakhir kurang lebih pukul 14.00 WIB yang ditandai dengan pemberian doorprize kepada peserta yang telah berpartisipasi dalam sesi diskusi dan dilanjutkan dengan photo bersama para pembicara dan juga peserta seminar. (doc.Fina)

Diskusi Kebangsaan Pancasila

diskusi

Cilacap, Senin (30/11/2015) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap, mengadakan diskusi kebangsaan yang bertemakan tentang Pancasila sebagai dasar falsafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Diskusi ini sebenarnya sudah diagendakan sejak bulan lalu, namun baru dapat terlaksana di bulan november ini.
Panitia menghadirkan 3 narasumber, yaitu Moh.Taufik Hidayatulloh S.Ag selaku ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kab. Cilacap, Khazam Bisri S.Ag selaku perwakilan dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Cilacap, serta Dr. Umi Zulfah M.Pd selaku praktisi akademis di IAIIG Cilacap.
Para peserta datang dari berbagai kalangan masyarakat, muali dari pelajar SMA, mahasiswa, pekerja swasta, civitas akademika dan masyarakat umum.
Diskusi berjalan cukup baik dan hidup, partisipasi peserta juga cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya kepada pembicara mengenai pancasila dan berbagai persoalan terkait pancasila sebagai dasar negara dan juga dasar falsafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dewasa ini, banyak bermunculan nilai-nilai ataupun ideologi-ideologi yang berusaha untuk merusak pancasila serta kepercayaan dan keyakinan generasi muda kita terhadap nilai-nilai pancasila. Siapa yang bertanggung jawab terhadap eksistensi pancasila ? apa yang harus dilakukan para orang tua untuk melindungi ataupun membentengi anaknya dari ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan pancasila ? pertanyaan itu diajukan oleh salah satu peserta diskusi.
Tentu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga eksistensi pancasila, karena pancasila adalah cerminan dari bangsa Indonesia, pancasila tidak lahir secara serta merta, tetapi melalui sebuah proses yang panjang dan berliku. Untuk itu, pancasila adalah milik kita bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama khususnya para generasi muda.
Di tengah-tengah diskusi tersebut, para peserta juga diminta untuk membacakan pancasila sebagai salah satu bukti rasa cinta tanah air. Meskipun sebenarnya bukan persoalan hafal atau tidak hafal, tetapi lebih kepada bagaimana kita bisa mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana diungkapkan oleh Dr.Umi Zulfah M.Pd dalam diskusi tersebut. (Doc.Fina)