Seminar Nasional Keghozalian

<a href=”http://”>

Cilacap (03/04/2016), Universitas Nahdlatul Ulama Imam Ghozali (UNUGHA) mengadakan seminar nasional tentang keghozalian dengan Tema “Imam Ghozali, Pemikiran dan Pengaruhnya Terhadap Islam Nusantara dan Peradaban Dunia”, yang merupakan serangkaian acara dalam rangka memperingati HAUL ke-57 KH. Achmad Badawi Hanafi dan HAUL ke-91 pondok pesantren Al-Ihya ‘Ulumaddin.
Sebagai sosok yang memiliki pengaruh sangat besar baik di Indonesia maupun di dunia, Imam Ghozali memang menjadi tokoh yang sangat dikagumi dan dihormati. Dan itu pula yang menjadikan KH.Achmad Badawi Hanafi mengidolakan sosok Imam Ghozali yang kemudian dijadikan nama pondok pesantren yang didirikannya yaitu Al-Ihya ‘Ulumaddin diambil dari karya legendaris Imam Ghozali, Al-Ihya ‘Ulumiddin. Jika Al-Ihya ‘Ulumiddin berarti menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama, maka Al-Ihya ‘Ulumaddin merupakan tempat untuk menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama.
Banyak karya-karya Imam Ghozali seperti kitab Al-Ihya ‘Ulumiddin dan Tahafut Al-Falasifah, yang kemudian menjadi referensi bahkan menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Sebagaimana yang sering dikatakan oleh Drs. KH. Nasrulloh (Rektor UNUGHA dan sekaligus pengasuh pesantren Al-Ihya) pada berbagai kesempatan, bahwa tidak mengheran jika sosok Imam Ghozali memberikan pengaruh yang cukup besar. Karena Imam Ghozali bukan sekedar berbicara fiqih. Imam Ghozali juga berbicara tentang filsafat, hukum dan politik. Meski pada akhirnya dia memilih tasawuf sebagai jalan hidupnya.
Seminar dimulai pukul 15.00 WIB dengan sebuah pengantar yang disampaikan oleh Romo Kyai Chasbulloh Badawi, pengasuh Pondok pesantren Al-Ihya ‘Ulumaddin dilanjutkan dengan materi oleh para narasumber yaitu Dr. Abdul Muqsith Ghazali (Dosen Pasca Sarjana UIN Sarif Hidayatullah), Dr. Abdel Aziz Abbassy (Dosen Universitas Paramadina) dan juga Prof.Dr.KH Said Aqil Siroj, MA (Ketua Umum PBNU).
Peserta seminar berasal dari berbagai kalangan tokoh masyarakat seperi MWC NU, PC NU, civitas akademika, mahasiswa hingga para pejabat pemerintahan dari lingkungan kabupaten Cilacap dan sekitarnya.

Kunjungan Menristek Ke Ponpes Al-Ihya dan Kampus UNUGHA

Prof M Nasir, Phd, AK
Photo Bersama Menristek dan Rektor UNUGHA.

Cilacap (05/04/2016), Menteri Riset dan Teknologi Dirjen Pendidikan Perguruan Tinggi (Ristek Dikti) Prof. H. M. Nasir. Ph.D., Ak berkunjung ke pesantren Al-Ihya ‘Ulumaddin Cilacap. Menristek mendarat dari bandara tunggungwulung pukul 07.00 WIB menuju ke pesantren dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung olahraga pesantren Al-Ihya dilanjutkan transit di ndalem romo kyai Chasbulloh Badawi (ketua dewan masyayikh, pengasuh pondok pesantren Al-Ihya ‘Ulumaddin). Ini merupakan pertama kalinya menristek dapat menghadiri undangan secara langsung, karena sebelumnya beliau selalu berhalangan hadir di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Imam Ghozali (UNUGHA) dengan berbagai alasan.
Selanjutnya, dengan didampingi oleh romo kyai Cahsbulloh Badawi, Wakil Bupati Cilacap, ketua yayasan BAKII, dan rektor UNUGHA, menteri berserta rombongan kemudian menuju kampus UNUGHA untuk melakukan kunjungan kerja dan kuliah umum tentang Penguatan Kualitas Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia.
Dalam sambutannya Drs.KH Nasrulloh selaku rektor menyampaikan tentang perkembangan kampus unugha kepada Nasir dan memohon doa supaya bisa membangun kampus yang lebih besar lagi dengan kualitas yang lebih baik juga tentunya.
Yang kemudian disambut baik oleh Nasir dalam pidatonya. Nasir juga menyampaikan bahwa kualitas perguruan tinggi swasta amatlah penting baik dari mahasiswanya, tenaga pengajar dan juga sarana prasarananya.
“Seperti apa kualitas mahasiswa-mahasiswa UNUGHA, seperti apa kualitas dosen-dosen di sini. Apakah sudah ada yang dr atau belum, kalau belum cepat-cepat ambil dr. Jangan takut persoalan biaya. Ristek menyediakan beasiswa untuk itu”. Tegasnya
Selesai acara, menteri kemudian langsung menuju bandara dan kembali ke Jakarta untuk memimpin rapat nasional.

Kuatnya Pengaruh Imam Ghozali, UNUGHA Gelar Seminar Nasional Keghozalian

Cilacap (03/04/2016), Universitas Nahdlatul Ulama Imam Ghozali (UNUGHA) mengadakan seminar nasional tentang keghozalian dengan Tema “Imam Ghozali, Pemikiran dan Pengaruhnya Terhadap Islam Nusantara dan Peradaban Dunia”, yang merupakan serangkaian acara dalam rangka memperingati HAUL ke-57 KH. Achmad Badawi Hanafi dan HAUL ke-91 pondok pesantren Al-Ihya ‘Ulumaddin.
Sebagai sosok yang memiliki pengaruh sangat besar baik di Indonesia maupun di dunia, Imam Ghozali memang menjadi tokoh yang sangat dikagumi dan dihormati. Dan itu pula yang menjadikan KH.Achmad Badawi Hanafi mengidolakan sosok Imam Ghozali yang kemudian dijadikan nama pondok pesantren yang didirikannya yaitu Al-Ihya ‘Ulumaddin diambil dari karya legendaris Imam Ghozali, Al-Ihya ‘Ulumiddin. Jika Al-Ihya ‘Ulumiddin berarti menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama, maka Al-Ihya ‘Ulumaddin merupakan tempat untuk menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama.
Banyak karya-karya Imam Ghozali seperti kitab Al-Ihya ‘Ulumiddin dan Tahafut Al-Falasifah, yang kemudian menjadi referensi bahkan menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Sebagaimana yang sering dikatakan oleh Drs. KH. Nasrulloh (Rektor UNUGHA dan sekaligus pengasuh pesantren Al-Ihya) pada berbagai kesempatan, bahwa tidak mengheran jika sosok Imam Ghozali memberikan pengaruh yang cukup besar. Karena Imam Ghozali bukan sekedar berbicara fiqih. Imam Ghozali juga berbicara tentang filsafat, hukum dan politik. Meski pada akhirnya dia memilih tasawuf sebagai jalan hidupnya.
Seminar dimulai pukul 15.00 WIB dengan sebuah pengantar yang disampaikan oleh Romo Kyai Chasbulloh Badawi, pengasuh Pondok pesantren Al-Ihya ‘Ulumaddin dilanjutkan dengan materi oleh para narasumber yaitu Dr. Abdul Muqsith Ghazali (Dosen Pasca Sarjana UIN Sarif Hidayatullah), Dr. Abdel Aziz Abbassy (Dosen Universitas Paramadina) dan juga Prof.Dr.KH Said Aqil Siroj, MA (Ketua Umum PBNU).
Peserta seminar berasal dari berbagai kalangan tokoh masyarakat seperi MWC NU, PC NU, civitas akademika, mahasiswa hingga para pejabat pemerintahan dari lingkungan kabupaten Cilacap dan sekitarnya. (Red.Fina)